Minggu, 27 September 2015

Tukang Sayur Interview

Sebagai tukang sayur, sebenernya terbesit pemikiran buat kerja di kantor. Teringat pas nyoba ngelamar kerja di kantor tempo hari. Bodohnya nggak nyari informasi tentang interview dari internet. Jadi, pas interviewnya aku gagal total. Apalagi Pas disuruh contohin menangani pelanggan lewat telepon, aku langsung keok. Salah ngomong sampai gelagapan.

Oh, ya, pertanyaan interviewnya juga pada sulit, contohnya, "Apa yang bisa Anda lakukan untuk perusahaan?"
"Kenapa perusahaan harus merekrut Anda?"
Berapa lamm akan bertahan di perusahaan?"
"Siap kerja dalam tekanan?"
Wah, sebenernya aku pengen jawab gak suka ditekan dan lebih suka menekan. Tapi nggak berani.Entahlah.
Intinya, aku nggak akan menyesal kalau seandainya gak diterima

Tukang Sayur Interview

Sebagai tukang sayur, sebenernya terbesit pemikiran buat kerja di kantor. Teringat pas nyoba ngelamar kerja di kantor tempo hari. Bodohnya nggak nyari informasi tentang interview dari internet. Jadi, pas interviewnya aku gagal total. Apalagi Pas disuruh contohin menangani pelanggan lewat telepon, aku langsung keok. Salah ngomong sampai gelagapan.

Oh, ya, pertanyaan interviewnya juga pada sulit, contohnya, "Apa yang bisa Anda lakukan untuk perusahaan?"
"Kenapa perusahaan harus merekrut Anda?"
Berapa lamm akan bertahan di perusahaan?"
"Siap kerja dalam tekanan?"
Wah, sebenernya aku pengen jawab gak suka ditekan dan lebih suka menekan. Tapi nggak berani.Entahlah.
Intinya, aku nggak akan menyesal kalau seandainya gak diterima

Pesanan Hari Ini

Zaman internet emang bikin semua jadi serba mudah. Kalau dulu waktu aku masih kecil, musti ke pasar desak-desakan. Sekarang, cuma kasih sentuhan di layar hape pintar, kemudian kami antar deh pesanannya.
Ini dia daftar pesanan hari ini: kentang 5 kg, sosis 1pack, ayam 6 kg jadi 10, pentol 5pc, wortel 2 kg,.telur 1kg.sawi 5rb.sawi putih 1kg, timun 5 kg, slada andewi 1 kg.Tempe 10rb, tahu 5, kacang 1 kg.udang kecil setengah, rolade 8.

Jumat, 25 September 2015

Harga Kacang Panjang


Harga kacang panjang tadi aku jual dengan harga 8000 perikat yang isinya satu kilo. Memang belakangan ini harga kacang panjang mahal. Kalau ngecek di internet, mungkin di kota besar lain nggak boleh segitu. Pas balik, ngobrol-ngobrol sama mbakku, tentang harga kacang yang katanya cuma 2000. Ha? Aku kaget banget. Lha tadi kujual 8000 aja orang-orang nggak protes. Kacangnya emang bagus. Segar dan besar. Konon, itu diambil dari Jember, yang lagi melimpah banget. Hmm… di Malang lagi krisis kacang sih, jadi nggak mungkin ada harga lain segitu. Pede aja lagi. Toh harga di Malang emang lagi mahal.

Masak Tanpa Dipandu


Beberapa menit memasak tanpa panduan internet, bisa saja kok, capcai brokoli sudah terjadi di atas piring dengan sangat tidak cantik. Saya berdecak mencicipi rasanya. Kalau jadi koki restoran, pasti saya sudah dikutuk dengan elegan. Seperti sebelumnya, masakan saya hancur jadinya. Dan inilah yang saya sebut istimewa: proses.
Sebelumnya, saya berpikir bahwa ketika masuk dapur, saya akan bisa menemukan resep tersendiri, memasak itu tidak perlu teori, seperti halnya berenang, langsung saja nyebur dan temukan gaya sendiri. Tapi sepertinya, tidak berlaku untuk dapur. Tanpa resep, saya hanya menghasilkan sampah yang bahkan untuk dilihat saja bikin tidak tega. Lain kali saya akan coba lagi, tapi tentu saja setelah mencatat resep ibu, dan menghapal prosedurnya. Bagi saya yang merupakan gadis tulen, memasak itu tidak semudah kelihatannya. 

Kamis, 24 September 2015

Resep Masakan


Mungkin memang harus cari resep di internet, pegangan itu memang sangat penting. Analoginya, masakan tanpa bumbu itu seperti hidup tanpa cinta. Hambar. Tawar.
Pernah saya menantang diri sendiri untuk memasak. Saya bertekan membuat masakah istimewa, minimal untuk diri sendiri. Saya sudah menyiapkan brokoli hijau, bawang bombai, dan bola bakso. Karena amatir, saya cari menu sederhana. Niatnya ingin membuat capcai. Dalam bayangan, saya akan membuat sajian spesial untuk makan malam.
Setelah mencuci semua bahan yang dibutuhkan, saya mulai menumis bawang bombai hingga harum. Saya mulai merasa memasak itu mudah. Setelahnya, saya memasukkan brokoli dan bola bakso secara bersamaan. Beberapa saat, bawang bombai di wajan mulai gosong, sementara brokoli belum kunjung matang. Masih benar-benar mentah. Parahnya, bola bakso di wajan juga lengket karena terlalu lama ditumis.

Masak! Masak!


Kebetulan di kulkas masih ada tempe.  Dan saya bukan termasuk orang yang suka ribet. Dan nggak suka memanfaatkan internet buat cari resep masakan. Jadi, saya cuma memotong tempe jadi enam bagian, lalu membuat larutan garan dengan micin, kemudian mencelupkan potongan tempe ke dalam larutan garam dan micin sebelum menggorengnya. Demikian juga saat menggoreng ikan mujair. Saya hanya membelah perutnya, dicuci dan dibubuhi garam dan goreng. Sudah. Itu saja. Gampang, bukan? Hidup itu jangan dibuat ribet.
Tapi itu isi pikiran saya yang dulu. Perlahan saya menyadari, semua olahan hasil tangan saya pasti rasanya berbeda dengan buatan ibu saya. Bahkan untuk ukuran sederhana, tempe goreng buatan ibu saya dibumbui dengan bawang putih, kunyit, garam dan micin. Jika dibandingkan dengan tempe goreng buatan saya, jelas berbeda. Hanya ada rasa asin dalam masakan saya. Mau tak mau, saya mengakui jika peran variasi bumbu dalam masakan itu 
Follow Us

About Us

Advertisment

Like Us

© Nikmat Sayur All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates