Kebetulan di kulkas masih ada tempe. Dan saya bukan termasuk orang yang suka ribet. Dan nggak suka memanfaatkan internet buat cari resep masakan. Jadi, saya cuma memotong tempe jadi enam bagian, lalu membuat larutan garan
dengan micin, kemudian mencelupkan potongan tempe ke dalam larutan garam dan
micin sebelum menggorengnya. Demikian juga saat menggoreng ikan mujair. Saya
hanya membelah perutnya, dicuci dan dibubuhi garam dan goreng. Sudah. Itu saja.
Gampang, bukan? Hidup itu jangan dibuat ribet.
Tapi itu isi pikiran saya yang dulu. Perlahan saya menyadari,
semua olahan hasil tangan saya pasti rasanya berbeda dengan buatan ibu saya.
Bahkan untuk ukuran sederhana, tempe goreng buatan ibu saya dibumbui dengan
bawang putih, kunyit, garam dan micin. Jika dibandingkan dengan tempe goreng
buatan saya, jelas berbeda. Hanya ada rasa asin dalam masakan saya. Mau tak
mau, saya mengakui jika peran variasi bumbu dalam masakan itu






Tidak ada komentar:
Posting Komentar